Indonesia mengalami pasang surut perekonomian
karena mengalami trial dan error dalam mengelola perekonomian bangsa untuk
mencari model manakah yang tepat sebagai landasan ekonomi bangsa Indonesia
untuk mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Sistem ekonomi liberal
dan terpimpin telah dicoba. Masing-masing memiliki kelemahan yang memberi
dampak merugikan.
Sarino Mangunpranoto
mengatakan bahwa ilmu ekonomi yang baik haruslah didasarkan atas konsepsi
mengenai filsafat manusia yang benar. Inti dari filsafat manusia adalah dicapainya
keseimbangan antara aspek badaniah dan aspek rohaniah. Teori ekonomi liberal
atau marxistis yang terlalu didasarkan atas filsafat materialisme atau aspek
kebendaan dari manusia tidak cocok bagi perekonomian Pancasila yang didasarkan
atas cita-cita keseimbangan antara kedua aspek manusia.
Begitu pula
dengan Hidajat Nataatmadja yang mampu meneropong kelemahan dasar ilmu ekonomi
yang bisa membutakan mereka dalam praktek tanpa mengunakan pedoman ideologis.
Terutama karena kita bangsa Indonesia, maka dalam menerapkan ilmu ekonomi di lapangan
perlu dilandaskan pada ideologi bangsa yaitu Pancasila. Alasannya adalah.
Membangun suatu teori baru berarti kita harus memulainya dari landasan filsafat
teori ekonomi. Tanpa usaha ini apa yang akan kita bangun adalah variasi tambal
sulam dari teori ekonomi yang ada. Hanya dengan penafsiran perilaku manusia
atas dasar 'kedalamannya' seperti inilah ilmu ekonomi yang betul-betul bercorak
Pancasila bisa dibangun. Hidajat sendiri mengatakan kedalaman yang paling dasar
dari manusia terutama manusia Indonesia adalah ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa.
Ekonomi
Pamcasila sendiri juga memiliki aspek-aspek spiritualitas religius menurut Ace
Partadireja dengan bertolak pada pengertian bahwa manusia memiliki tiga aspek utama
yaitu 'body', 'mind', dan 'spirit'. Ketiga aspek tersebut digunakan untuk
melihat makna 'pembangunan' dengan mengembangkan ketiga aspek tersebut secara serasi.
Sasaran 'pembangunan' adalah manusia itu sendiri. 'Manusia sempurna'sebagai
tujuan akhir dari kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar